Tugas Matematika & Ilmu Alamiah
Dasar
“Perkembangan IPTEK”
Nama : Mikha Haidar Pradipta
Kelas : 1pa03
Npm : 17518835
Dosen : Aprillia Maharani Ayuningsih
A. Penjelasan tentang IPTEK
IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.
B. Berikut ini pengertian ilmu, pengetahuan & teknologi
Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan
adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari
pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena
kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan
sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi
adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan
yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk
menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.
C. Sejarah
perkembangan IPTEK
Permulaan dari IPTEK dapat ditelusuri sejak keberadaan
manusia. Manusia purba telah memiliki pengetahuan tentang keadaan alam. Usaha
mula-mula di bidang keilmuan yang tercatat dalam sejarah adalah yang dilakukan
oleh bangsa Mesir Kuno. Banjir Sungai Nil yang terjadi setiap tahun telah
mendorong berkembangnya sistem almanak, geometri, dan kegiatan pengamatan serta
penelitian. Kegiatan keilmuan kemudian diikuti oleh orang-orang Babilonia dan
orang-orang Hindu. Kegiatan keilmuan pengembangan iptek berlangsung sampai
zaman modern.
Perkembangan Iptek didunia juga sejalan dengan laju
peradaban manusia. Seiring dengan berkembangnya Zaman iptek yang pada awalnya
adalah suatu kebudayaan manusia berkembang menjadi sesuatu alat untuk membantu
aktivitas manusia. Manusia yang selalu ingin berkarya menyebabkan manusia
berlomba-lomba dalam penciptaan Iptek sehingga lupa dengan perubahan yang
diakibatkan dari Iptek itu sendiri. Dengan demikian perkembangan Iptek sudah
dimulai pada zaman purba dan berkembang sampai sekarang.
Perkembangan IPTEK dapat dibuat periodisasi sejarah ilmu pengetahuan
dan teknologi sebagai berikut .
1) Zaman Purba (4 juta tahun lalu) Dikenal
dengan zaman batu,ciri ilmu yang dikembangkan adalah kemampuan
mengamati,membedakan,memilih,dan melakukan percobaan. Hasil dari periode ini
adalah pembuatan alat-alat batu,yang kemudian lebih disempurnakan dengan besi
dan perunggunya,juga sistem bercocok tanam. hasil budaya :
2) Zaman Yunani (600-200 SM) Terjadi perubahan besar pada cara berpikir umat manusia,dan babak dimulainya teknologi. Antara lain ditemukannya dalil-dalil. Seperti phytagoras,archimedes,dll.
ARCHIMEDES
3) Zaman Pertengahan (31 SM-628 M) Zaman ini sering disebut zaman kegelapan karena perkembangan ilmu pengetahuan terhenti di Eropa. Agama Kristen mulai berkembang & mendominasi kehiduoan masyarakat eropa. Namun sebaliknya perkembangan IPTEK di dunia islam mulai menonjol. Saya perkenalkan beberapa tokoh yang mengawali permulaan peradaban teknologi islam :
AL-KHWARIZMI (Aljabar)
AL KINDI (Ahli Filsafat Islam yang pertama)
IBNU SINA (Bapak Kedokteran Modern)
4) Zaman Modern (658 M-Sekarang) Zaman modern diawali dengan zaman Renaissance (fase kebangkitan kembali iptek di eropa). Orang mulai mengandalkan kekuatan rasio (akal),dan meninggalkan dogma-dogma agama. Ilmuwan zaman modern yang sangat terkenal dan sempat menjadi orang number wahid se-dunia,ialah William Henry Gates atau dikenal dengan nama Bill Gates,pemilik microsoft corporation bersama sahabatnya Paul Allen.
1. Teknologi Tinggi ( Hi – tech ). Suatu jenis
teknologi mutakhir yang dikembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan
terbaru. Contoh : computer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi dan
sebagainya. Ciri – ciri teknologi ini adalah padat modal, didukung rasilitas
riset dan pengembangannya, biaya perawatan tinggi, ketrampilan operatornya
tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah.
2. Teknologi Madya. Suatu jenis teknologi yang
dapat dikembangkan dan didukung masyarakat yang lebih sederahan dan dapat
digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi
madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan
pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan teknologi maday ini
bersifat setengah padat modal da padat karya, unsur – unsur yang mendukung
industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan
pekerjanya tidak terlalu tinggi.
3. Teknologi Tepat Guna. Teknologi ini dicirikan
dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya
bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di negara – negara berkembang, karena
dapat membantu perekonomian pedesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan
tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.
E. Peranan IPTEK
Terhadap Bidang Ekonomi, Sosial, dan Budaya
1. Dalam bidang ekonomi :
a. Pertumbuhan
ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya
industrialisasi
c. Produktifitas
dunia industri semakin meningkat. Kemajuan teknologi akan meningkatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi.
2. Dalam Bidang Sosial
kehidupan social dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.
Kebutuhan manusia akan pangan sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dalam
bidang pertanian. Sedangkan kebutuhan akan komunikasi dipengaruhi oleh
teknologinya, seperti media cetak , media elektronik selain untuk berkomunikasi
, juga dapat memperluas wawasan.
3. Bidang Budaya
Budaya atau kebudayaan adalah kerangka acuan bagi perilaku
masyarakat pendukungnya yg berupa nilai-nilai yang berpengaruh sebagai kerangka
untuk membentuk pandangan hidup manusia yg relative menetap dan dapat dilihat
dari warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan
peristiwa kehidupan. Iptek yang semakin pesat, hendaknya kita harus menggunakan
teknologi yang penting saja., jangan karena teknologi, semua menjadi
terlupakan, baik itu waktu, kewajiban beribadah, sosialisasi di masyarakta
sekitar. Iptek dalam bidang budaya ini memiliki dampak positive dan negative.
Dampak positifnya adalah semakin berkembangnya daya pikir individu dalam suatu
bidang, kemampuan individu dalam mencari dan mengumpulkan data untuk bahan
diskusi dapat mereka dapatkan dengan cepat dan akurat melalui media berbasis
teknologi. Dampak negative nya adalah
penyalahgunaan media teknologi sebagai sarana pencarian yang tidak ada
hubungannya dengan ilmu pengetahuan, memudarnya nilai-nilai asli bangsa,
F. Perkembangan
Teknologi Rekayasa Genetika
Rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana
dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen sehingga mampu menghasilkan
produk. Rekayasa genetika juga
diartikan sebagai usaha manusia dalam ilmu biologi dengan cara memanipulasi
(rekayasa) sel, atau gen yang terdapat pada suatu organisme tertentu dengan
tujuan menghasilkan organisme jenis baru yang identik secara genetika (Zamroni, 2012)
Teknologi Rekayasa Genetika merupakan inti dari bioteknologi
didefinisikan sebagai teknik in-vitro asam nukleat, termasuk DNA rekombinan dan
injeksi langsung DNA ke dalam sel atau organel; atau fusi sel di luar keluarga
taksonomi yang dapat menembus rintangan
reproduksi dan rekombinasi alami, dan bukan teknik yang digunakan dalam
pemuliaan dan seleksi tradisional.
Prinsip dasar teknologi rekayasa genetika adalah
memanipulasi atau melakukan perubahan susunan asam nukleat dari DNA (gen) atau
menyelipkan gen baru ke dalam struktur DNA organisme penerima. Gen yang
diselipkan dan organisme penerima dapat berasal dari organisme apa saja.
Misalnya, gen dari sel pankreas manusia yang kemudian diklon dan dimasukkan ke
dalam sel E. Coli yang bertujuan untuk mendapatkan insulin.
G. Sejarah Genetika
Sejarah perkembangan genetika sebagai ilmu pengetahuan
dimulai menjelang akhir abad ke-19 ketika seorang biarawan Austria bernama
Gregor Johann Mendel berhasil melakukan analisis yang cermat dengan
interpretasi yang tepat atas hasil-hasil percobaan persilangannya pada tanaman
kacang ercis (Pisum sativum). Sebenarnya, Mendel bukanlah orang
pertama yang melakukan percobaan-percobaan persilangan (Anonim. 2008).
Akan tetapi, berbeda dengan para pendahulunya yang melihat setiap individu
dengan keseluruhan sifatnya yang kompleks, Mendel mengamati pola pewarisan
sifat demi sifat sehingga menjadi lebih mudah untuk diikuti. Deduksinya
mengenai pola pewarisan sifat ini kemudian menjadi landasan utama bagi
perkembangan genetika sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan, dan Mendel pun
diakui sebagai Bapak Genetika.
Karya Mendel tentang pola pewarisan sifat tersebut
dipublikasikan pada tahun 1866 di Proceedings of the Brunn Society for
Natural History. Namun, selama lebih dari 30 tahun tidak pernah ada
peneliti lain yang memperhatikannya. Baru pada tahun 1900 tiga orang ahli
botani secara terpisah, yakni Hugo de Vries di Belanda, Carl Correns di Jerman,
dan Eric von Tschermak-Seysenegg di Austria, melihat bukti kebenaran
prinsip-prinsip Mendel pada penelitian mereka
masing-masing. Semenjak saat itu hingga lebih kurang pertengahan
abad ke-20 berbagai percobaan persilangan atas dasar prinsip-prinsip Mendel
sangat mendominasi penelitian di bidang genetika. Hal ini menandai
berlangsungnya suatu era yang dinamakan genetika klasik.
Selanjutnya, pada awal abad ke-20 ketika biokimia mulai
berkembang sebagai cabang ilmu pengetahuan baru, para ahli genetika tertarik
untuk mengetahui lebih dalam tentang hakekat materi genetik, khususnya mengenai
sifat biokimianya. Pada tahun 1920-an, dan kemudian tahun 1940-an, terungkap
bahwa senyawa kimia materi genetik adalah asam deoksiribonukleat (DNA). Dengan
ditemukannya model struktur molekul DNA pada tahun 1953 oleh J.D. Watson dan
F.H.C. Crick dimulailah era genetika yang baru, yaitu genetika
molekuler.
H. Pentingnya
Rekayasa Genetik di bidang Pertanian
Rekayasa genetik juga telah digunakan untuk menyisipkan gen
ke dalam sel dari organisme-organisme lain. Para ilmuwan telah menyisipkan
gen-gen dari bakteri ke dalam sel tomat, gandum, padi, dan tanaman pangan
lainnya (Bernabetha, dkk. 2006.). Beberapa memungkinkan tanaman bertahan hidup
dalam temperatur dingin atau kondisi tanah yang gersang, dan kebal terhadap
hama serangga. Pertanian diharapkan akan menikmati keuntungan paling banyak
dari teknik rekayasa genetik, seperti:
- Menggantikan pemakaian pupuk nitrogen yang banyak dipergunakan tetapi mahal harganya, oleh fiksasi nitrogen secara alamiah.
- Teknik rekayasa genetik mengusahakan tanam-tanaman (khususnya yang mempunyai arti ekonomi) yang tidak begitu peka terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri, jamur, dan cacing.
- Mengusahakan tanam-tanaman yang mampu menghasilkan pestisida sendiri.
- Mengusahakan tanaman padi-padian yang mampu membuat pupuk nitrogen sendiri.
- Tanam-tanaman yang mampu menangkap cahaya dengan lebih efektif untuk meningkatkan efisiensi fotosintesis.
- Tanam-tanaman yang lebih tahan terhadap pengaruh kadar garam, hawa kering, dan embun beku.
- Mengusahakan menadapatkan tanaman baru yang lebih menguntungkan lewat pencangkokan gen. Tanaman kentang, tomat, dan tembakau tergolong dalam keluarga yang sama, yaitu Solanaceae. Akan tetapi serbuk sari dari satu spesies dalam keluarga ini tidak dapat membuahi sel telur dari spesies lain dalam keluarga itu juga.
Contoh tanaman yang telah menggunakan Teknologi Rekayasa
yaitu:
a.
Kedelai Transgenik
Kedelai merupakan produk Genetikally Modified
Organism terbesar yaitu sekitar 33,3 juta ha atau sekitar 63% dari
total produk GMO yang ada. Dengan rekayasa genetik, dihasilkan tanaman
transgenik yang tahan terhadap hama, tahan terhadap herbisida dan memiliki
kualitas hasil yang tinggi. Saat ini secara global telah dikomersialkan dua
jenis kedelai transgenik yaitu kedelai toleran herbisida dan kedelai dengan
kandungan asam lemak tinggi
b.
Jagung Transgenik
Di Amerika Serikat, komoditi jagung telah mengalami rekayasa
genetik melalui teknologi rDNA, yaitu dengan memanfaatkan gen dari
bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) untuk menghindarkan diri
dari serangan hama serangga yang disebut corn borer sehingga dapat meningkatkan
hasil panen. Gen Bacillus thuringiensis yang dipindahkan mampu memproduksi
senyawa pestisida yang membunuh larva corn borer tersebut.
c.
Kapas Transgenik
Kapas hasil rekayasa genetik diperkenalkan tahun 1996 di
Amerika Serikat. Kapas yang telah mengalami rekayasa genetika dapat menurunkan
jumlah penggunaan insektisida. Diantara gen yang paling banyak digunakan adalah
gen cry (gen toksin) dari Bacillus thuringiensis, gen-gen dari
bakteri untuk sifat toleransi terhadap herbisida, gen yang menunda pemasakan buah.
Bagi para petani, keuntungan dengan menggunakan kapas transgenik adalah menekan
penggunaan pestisida atau membersihkan gulma tanaman dengan herbisida secara
efektif tanpa mematikan tanaman kapas. Serangga merupakan kendala utama pada
produksi tanaman kapas
d.
Tomat Transgenik
Pada pertanian konvensional, tomat harus dipanen ketika
masih hijau tapi belum matang. Hal ini disebabkan akrena tomat cepat lunak
setelah matang. Dengan demikian, tomat memiliki umur simpan yang pendek, cepat
busuk dan penanganan yang sulit. Tomat pada umumnya mengalami hal tersebut
karena memiliki gen yang menyebabkan buah tomat mudah lembek. Hal ini
disebabkan oleh enzim poligalakturonase yang berfungsi mempercepat degradasi
pektin.
Tomat transgenik memiliki suatu gen khusus yang disebut antisenescens yang memperlambat proses pematangan (ripening) dengan cara memperlambat sintesa enzim poligalakturonase sehungga menunda pelunakan tomat. Dengan mengurangi produksi enzim poligalakturonase akan dapat diperbaiki sifat-sifat pemrosesan tomat. Varietas baru tersebut dibiarkan matang di bagian batang tanamannya untuk waktu yang lebih lama sebelum dipanen.
Tomat transgenik memiliki suatu gen khusus yang disebut antisenescens yang memperlambat proses pematangan (ripening) dengan cara memperlambat sintesa enzim poligalakturonase sehungga menunda pelunakan tomat. Dengan mengurangi produksi enzim poligalakturonase akan dapat diperbaiki sifat-sifat pemrosesan tomat. Varietas baru tersebut dibiarkan matang di bagian batang tanamannya untuk waktu yang lebih lama sebelum dipanen.
e.
Kentang Transgenik
Mulai pada tanggal 15 Mei 1995, pemerintah Amerika
menyetujui untuk mengomersialkan kentang hasil rekayasa genetika yang disebut
Monsanto sebagai perusahaan penunjang dengan sebutan kentang “New Leaf”. Jenis
kentang hybrid tersebut mengandung materi genetik yang memnungkinkan kentang
mampu melindungi dirinya terhadap serangan Colorado potato beetle.
Dengan demikian tanaman tersebut dapat menghindarkan diri dari penggunaan
pestisida kimia yang digunakan pada kentang tersebut.
Daftar pustaka
3. Brainly.co.id -
https://brainly.co.id/tugas/13879278#readmorek
4. http://syahrianibio.blogspot.com/2013/10/makalah-rekayasa-genetika.html





